Tata Nama Senyawa Kompleks



Tata Nama Senyawa Kompleks
Ligan: adalah molekul atau ion yang diikat secara langsung oleh atom pusat (logam) ร   ligan-ligan berada pada daerah koordinasi
Bilangan koordinasi : jumlah atom atau ion (ligan) yang terikat langsung pada atom pusat.
Banyaknya ikatan koordinasi yang terjadi antara ligan dan atom pusat.

Jenis-Jenis Ligan
1.      Ligan monodentat adalah ligan yang menyumbang hanya satu pasang electron untuk membentuk ikatan koordinasi dengan atom pusat .
2.      Tridentat
3.      Ligan polidentat
·         tetra
·         heksa

Daftar ligan
Nama
Rumus
Jenis Sepit
Ammonia
NH3
Mono
Sianida
CN-
Mono
Tiosianat
SCN-
Mono
Fluoride
F-
Mono
Air (aquo)
H2O
Mono
Isotiosianat
CNS-
Mono

Bilangan Koordinasi Dan Geometri


Bilangan koordinasi 6 lanjutan
Untuk kompleks ML6. Maka keenam ikatan M-L adalah setara dalam kompleks oktahedral teratur. Jika terdapat ligan yang berbeda dalam kompleks, maka simetri penuh dari oktahedral yang sebenarnya tak dapat dipertahankan. Demikian pula dalam beberapa kasus di mana semua ligan kimianya sama simetri oktahedral sering mengalami Distorsi (pemisahan/efek john teller) → Baik oleh electron yang saling berpautan dalam logam maupun oleh gaya di sekitarnya.
·         Pemendakan dan perpanjangan sebuah sumbu L-M-L relative terhadap dua yang lain di sebut distorsi “tetragonal” (gambar 1)
·         Pemutusan sempurna dari sekeliling sumbu-sumbunya memberikan distorsi “rombik” (gambar 2).
Jika octahedral dimampatkan atau di ukur pada sebuah sumbu yang menghubungkan pusat-pusat dari permukaan segitiga yang berlawanan distorsi “trigonal” (gambar 3)

Kompleks Tetrahedral dan Segi Empat Datar

Kompleks Tetrahedral
1.      Ion [Zn(NH3)4]2+
                                              3d             4s        4p
Atom Zn
Ion Zn+
                                              3d            4s         4p                        
Zn2 dalam [Zn(NH3)4]2+
      Diagmanetik     sp3 → tetrahedral

Kompleks Segi Empat Datar
1.      [Ni(CN)4]2+ 
Ni
Ni2+
Ni2+ dalam [Ni(CN)4]2+
2.      [Cu(NH3)]42+  Berbentuk bujur sangkar ยต=1,89 m
Atau Cu    :
Cu2+                       :
Cu2+ dalam [Cu(NH3)]42+
*Promosi elektron (bentuk bujur sangkar (1)) dari orbital 3d ke orbital 4p (p2), tidak cocok dengan kenyataan. Bila hal ini benar, maka elektron tersebut harus mudah lepas, artinya kompleks mudah teroksidasi, kenyataannya komples reaksi dioksidasi.
*Bila elektron yang tidak berpasangan tetap berada di orbital 3d hibridisasinya sp3 dan [Cu(NH3)]2+ harus berbentuk tetrahedral. Hal ini tidak sesuai dengan kenyataan, karena ion tersebut berbentuk bujur sangkar (planar segi empat).

Pembentukan Kompleks (Hibridisasi)


1.      [Fe(CN)6]3-  (kompleks Oktahedral)
                                3d                     4s           4p
Atom 26Fe            






Ion Fe+3    

Fe3+ dalam [Fe(CN)6]3-

Pada [Fe(CN)6]3- = d2sp3 di sebut dengan innerorbital kompleks, karena orbital dipakai lebih rendah dari S dan P disebut juga low spin atau spin paired. Menentukan jumlah elektron di sekitar ion pusat atau nomor atom efektif (EAN) →[Fe(CN)6]3-.
Fe : nomor atom 26 jumlah elektron         = 26
Fe3+ jumlah elektron = 26-3                      = 23……(1)
6 (CN) jumlah elektron = 6 .(2)                = 12……(2)
EAN Fe3+    (1+2)                                     = 35 e-
EAN → Valensinya sama dengan atom gas mulia
→ [Co(NH3)6]3+
CN- = ligan kuat
Bagaimana dengan [Fe(Cr)6]4-

2.      [Fe(F)6]3-
Fe3+ dalam [Fe(F)6]3-
             3d                4s        4p       4d

Pada [Fe(F)6]3- = sp3d2 disebut dengan OUTER ORBITAL, karena orbital d yang dipakai lebih tinggi dari orbital s dan p → HIGH SPIN atau SPIN FREE.
F- = ligand medan lemah
Struktur inner orbital kompleks ion   = [Co(NH3)6]3+, [Mn(CN)6], [Cr(NH3)6]3+,    [Cr(CN)6]3-
Struktur aouter orbital komplek ion      =     [Fe(NH3)6]2+, [Ni(NH3)6]2+, [Cu(NH3)6]+, [Cr(H2O)6]2+.
Untuk inner orbital →  Bersifat diamagnetik/atom sedikit bersifat magnet/cenderung diamagnetik.
Untuk outer orbital    Bersifat dan atom cenderung paramagnetik.